PERBEDAAN GERHANA MATAHRI 1983 DENGAN 2016

"ternyata menurut cerita emak gw.. gerhana matahari dulu waktu tahun 1983 sama yang sekarang jauh buanget bedanya... apalagi orang jaman dahulu...masih percaya ama yang namanya tahayul... ok my brada.. kita kembali keseriusan dan kita simak infonya berikut ini....!!!


GMT yang hanya bisa dilihat di Indonesia, sontak menjadi perbincangan banyak orang. Masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi di mana fenomena langka ini terjadi. Tak hanya itu, wisatawan mancanegara juga ikut ambil bagian dalam peristiwa GMT

1. 1983: GMT merupakan peristiwa yang mengerikan - 2016: GMT merupakan fenomena langka yang patut diapresiasi

Sejatinya, GMT pernah terjadi di Indonesia 33 tahun lalu. Berbeda dengan sekarang, lokasi tempat GMT bisa dilihat pada tahun 1983 kebanyakan di pulau Jawa. Uniknya, fenomena langka ini pada masa tersebut justru tidak semeriah sekarang. 
Kurangnya pengetahuan serta masih kuatnya kepercayaan tradisional masyarakat dahulu, membuat GMT 1983 dianggap sebagai peristiwa yang mengerikan. Kala itu, masyarakat beranggapan kalau GMT adalah pertanda petaka. Matahari ditelan oleh Batara Kala. Untuk mengantisipasinya, masyarakat melakukan segala cara agar Batara Kala tidak memakan matahari, seperti memukul-mukul panci dan benda-benda berbunyi nyaring.
Sementara di tahun 2016, dengan semakin majunya zaman dan makin mudahnya informasi diperoleh, masyarakat makin memahami esensi dari GMT itu sendiri. GMT adalah fenomena langka, maka wajib dirayakan. Masyarakat berbondong-bondong menuju lokasi tempat di mana GMT bisa dilihat. Di tempat yang hanya mengalami Gerhana Matahari Sebagian pun tak kalah semarak.

2. 1983: Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah - 2016: Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menyambut fenomena GMT dengan mendatangi lokasi maupun ajakan salat gerhana.

Pada masa lalu, terdapat semacam kekeliruan yang digaungkan pemerintah. Pemerintah melarang keras warga untuk keluar rumah karena dikabarkan dapat membutakan mata.
"Awas, hati-hati, gerhana bisa membutakan mata," tutur Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menggambarkan kondisi pada waktu itu.
Sementara kali ini, pemerintah menyambut gembira GMT yang hanya bisa dilihat di Indonesia. Pemda Palembang, Palu, dan tempat-tempat yang hanya bisa melihat GMT segera menggenjot sektor pariwisata. Daerah yang mempunyai observatorium, pemerintahnya juga mengajak warga untuk menimba ilmu lewat pengamatan langsung. Tak lupa, pemerintah mengajak warga untuk melaksanakan salat gerhana.

3. Ada yang selfie2..,, foto2 bareng keluarga ada yang pake kacamata,helm banyak deh pokonya..

Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments:

Post a Comment