Hujan dan Pelangi





Malam ini hujan mengguyur seluruh tubuhku, Tahukah kau aku mengigil kedinginan di sini, sambil menunggu sebuah kata yang masih kau tahan dalam mulutmu, walau sebenarnya aku tahu apa yang kau ingin katakan, aku lihat itu dari matamu, aku pun tau kau tak sanggup mengatakannya.
Kau ingin tinggalkan semua cerita cinta yang dulu sempat kita rangkai bersama. Aku hanya bisa menitikkan Kristal- Kristal bening yang menyatu dengan rintik hujan ini, rasanya mataku pun sudah pedih.
Dia belai rambutku namun ia tetap membisu,
dengan mata yang sayu,, di rengkuhnya tubuhku masuk dalam dekapannya, terdengar jelas degup jantungnya di telingaku, akhirnya dia berbisik lirih tapi sangat jelas di telingaku.
“Santy maafkan aku, kini akhiri saja semuanya di sini
i,, alasan yang tidak bisa ku jelas kan karena aku takut menyakiti muu..
Aku pun tak banyak kata,
degup jantung ku berdebar kencang bersamaan dengan air mata ku yang akan terjatuh bersama deras iringan hujan, hanya diam terpaku dan hingga akhirnya ia tinggalkan aku disini bersama rintik nya hujan.
Pelukan nya yang terasa mulai merenggang dan melepaskanku.. langkah kaki yang perlahan mulai kudengar semakin menjauh karena aku tak tak sanggup melihatnya karena kesedihan yang kurasa dan tanpa ku sadari air mata ku yang terjatuh..
Sampai Samsudin menghilang dari pandanganku, aku masih tetap diam terpaku tak bergerak, hingga akhirnya aku melihat ada cahaya lampu mobil menghampiriku dan dia berhenti tepat di depan ku, pintu mobil pun terbuka dan turunlah sesosok pria keluar dari mobil itu. Wajahnya tersamar dari pandanganku karena mata dan wajahku basah oleh air mata bercampur air hujan, pria itu lalu mendekatiku, tapi tampaknya aku kenal dengannya meski dalam ingatan ku samar2 lupa siapa namanya.
“hai Santy ngapain
loe di sini,,.. sendiriii lagi. mana hujan, becek, gak ada ojek lagi” hahha.. ”pria itu menjoba bercanda.
Aku tetap diam dan bertanya dalam hati siapakah sosok pria yang menghampiriku ini.
“hemmm, siapa ya…?” aku mengerutkan dahi
“duh, Santy ini aku
Arif, hemmm teman SMA mu dulu”
Masak sihh lupa San.. kita dulu sering nongkrong bareng.. pulang sekolah bareng,, kamu kan sering dulu mahh..  setiap pulang numpang sama aku… “ padahal aku Cuma jalan kaki.. hehehe.. “lelaki itupun mencoba bercanda.. dan akupun memahami sifat lelaki yang humoris itu…
“oh, maaf
gw lupa, hujan membuat mata gw agak rabun kayak nya” jawabku datar
“bukan hujan, tapi tangismu, matamu merah, kau habis nangis
kan?”
“hemmm gak, hujan yang membuat mataku
ini merah aa
“bukan hujan
my bradaa,, tapi cowo tadi yang bikin loe mewek,, gw ngeliat dari tadi keless San”
Aku pun diam sudah tak bisa menyangkal
…!!!
“udah
h lahh loe udah banyak nyalahin hujan dari tadi,,ntarv disamber geledek gosong luu.. , ayo masuk dalam mobil, biar ku antar pulang” luu masih ngekos di tempat yang lama kann..? ucapnya lagi..
yaudah, maafin aku deh hujan, jangan samber juga yahh geledek.. aku sudah menfitnahmu” kataku sambil menenangkan pikiran dan menghela nafass..
Luu masih gila kayak dulu yak.., ngomong sama hujan” kata cowok tadi sambil senyum mengendarai mobilnya.
“oh… ya, tapi
gw gk kayak dulu lagi, Yang mudah dapatkan arti kesetiaan.”
“Ujar Santi sambil merngerutkan dahi nya”
“hahaha
dasaarr luu ini” Arif tertawa lepas
Kami pun bercerita kesana-kemari mengingat masa lalu cerita masa SM
A, sungguh aku rindu dengan masa itu. Karena cukup banyak masa yang aku lalui di masalh putih Abu-abu bersama dengan Arif…
Tak terasa kami telah sampai, sebenarnya aku masih ingin banyak mengobrol dengannya namun ini sudah malam. Jadi kami janjian besok sore jam 5 dia akan menjemputku..
Jujur sebenarnya dulu
Arif adalah gebetan aku, yang mungkin ku pikir mustahil untuk ku dapatkan, dan kini tak sangka dia datang pada waktu yang tepat, semoga dia akan menjadi pengganti Samsudin.., sekelumit doa terselip di relung hatiku. Dan tersenyum menikmati malam..!!!

      Waktu yang ku tunggu-tunggu pun telah tiba, Arif membunyikan klakson mobilnya, dengan cepat aku membereskan rambut ku.. gk lupa pake parfum, pake bedak,lipstick, pake sepatu meski kaus kaki nya baukk..,, dan membuka pintu rumah Kos dan menghampirinya.
“hai
Ayibb” aku mengetuk pintu jendela mobil dan dia pun mebuka kaca jendela.
“hai San, ayo masuk” ramahnya, membuat jantungku makin berdetak
ketika mulai duduk disamping nya yang mengemudi mobil.
Ohh iyaa lupaa.. ayibb.. adalah panggilan ku kepada arif waktu kami SMA dulu.. yaa biar agak terlihat lebih akrab gituu…!!! 
Kami pun pergi tinggalkan rumah, Arif membawaku pada sebuah tempat yang menurut ku menakjubkan ini sungguh indah, aku melihat matahari terbenam sempurna dan disini bersama Arif, sungguh memang sempurna menurutku. Kita ada di pantai Coyy.. hehehe”
Tiba-tiba
Arif menyentuh tanganku membuat jantungku makin berdebar dan aku sangat bahagia sore itu, seperti aku terbang ke langit jingga ini.
“San
..loe tau gak”
“apa?” entah mengapa jantungku semakin berdebar semua kurasa seperti mimpi. Namun tiba-tiba hujan turun dengan
medadak sepertinya dia tak suka dengan apa yang kami lakukan ini. Kami pun bergegas memasuki mobil dan pulang.
Arif mengantarku pulang lagi. Dan sampailah di depan gerbang rumah kos tempat aku tinggal..
yibb  Masuk yukk!”
“oh… gak makasih, ya udah
gw pulang dulu yakk
“hah ehmmm oh iya d
ehh” aku melambaikan tangan hingga mobil pun tak tampak dalam pandangan. Aku merasa kecewa gara-gara hujan membatalkan acara kami.
“uh dasar kau hujan, tadi hujan besar sekarang reda apa kamu gak bisa lihat aku bahagia”
ujar yang marah ku pada hujan. Dan malah dibalas dengan suara petir yang keras, hingga buatku takut dan bergegas lari ke dalam. JEDERRRRRR…!!!
Setelah kejadian itu kami sudah tak bertemu lagi. Aku punya nomor teleponnya ayibb, ingin sekali aku telepon, namun sungguh gengsi rasanya bila cewek duluan yang telepon. Dari tadi aku hanya mondar-mandir, pikiranku dihantui oleh dua hal yang akan aku lakukan. Aku telepon Kalam atau menunggu sampai dia telephon. Tiba-tiba HPku berdering tanda ada SMS masuk, ku lihat di layarnya tertulis Ayibb kamprett.., yaa karena dulu kami sering gila2an bareng jadi yahh kami saling nyimpen nomor HP dengan nama itu..,, ada pesan dari Ayibb, aku tak sabar untuk membukanya,
“San ni aku
Ariff Keluar yukk”. Bête nihh… ujar Arif..!!
Dulu kami sering keluar dan duduk bareng bertiga.. ada Nisaa Omess (OTAK MESUM), ada aku, dan ada AYIBB ganteng.’ Heheh” ..Tapi sekarang Nisaa sudah kuliah keluar kota, dan meskipun begitu jika Nisaa pulang kami juga sering REUNI dan kembali duduk berkumpul bareng..
aku pun
sontak langsung mengiyakan ajakan ayibb tadi, katanya juga setengah jam lagi dia telah sampai ke ke kosan , namun tampaknya hujan kan turun lagi mengganggu kebahagiaan ku bersama kalam, namun Ayibb tetap saja memaksa keluar.
“ayolah San kita pergi!” bujuknya padaku manis.
Aku betee nihh..
“kayaknya mau hujan
Yibb” keluhku
“memang kenapa kalau hujan?” ia bertanya lagi.
“duh hujan itu selalu ganggu aku kalau aku mau senang-senang”
“apa, jadi kamu seneng jalan sama aku” ia menggoda ku hingga muka ku merah seperti kepiting rebus.
“gak maksudku, kita kan mau pergi…” aku mencoba mengelak, aku jadi salah tingkah.
Ayibb mengerlingkan matanya menunggu jawabanku.
“aukkk ahhh gelapp ” jawabku dengan sok cuekk.
“ya udah yuk kita berangkat, kan kita pakai mobil, jadi kenapa takut” ia membujukku dengan lembut.
Aku jadi teringat masa SMA dulu,
Arif yang ku kenal dulu adalah Arif yang angkuh dan sombong, tapi keren sihh.. ada sesorang yang menjadi bagian hati ayibb sampai sekarang bilang kalau ayibb tu mirip ARMAND MAULANA tapi sekarang amat berbeda.
“hai… ayo,”
Arif menarik lenganku.
Aku sudah tak bisa berbicara apa-apa, aku hanya bisa menuruti bujukannya.
Aku dibawanya pada tempat yang kemarin di sebuah taman.
“sekarang gak bisa lihat matahari terbenam ya…” ucap
ayibb dengan manis.
“iya…
garaa2 hujan tuhh, uh makasih hujan” kesalku pada hujan sambil sedikit mencemo’oh.
“mengapa kau benci hujan, baiklah aku akan buat kau suka hujan”
Aku menatapnya bingung, entah telingaku yang salah atau memang otakku yang lemot sulit mencerna apa yang ia maksud.
“ayo kita tunggu hujan” lanjutnya yang membuatku semakin binggung.
Tak berapa lama hujan turun membasahiku dan
ayibb, tak fikir panjang aku berniat berlari memasuki mobil, tapi ayibb malah meraih tanganku dan memaksaku berdiri dibasahi guyuran hujan yang lebat.
“santy
gw mau ngomong tulus dari lubuk hati gw yang paling dalemm sedalem dalem nya celana dalemm..  #pembaca ada yang kesel dan ada yang ketawa#,..
 gw sayang eluu dan biarkanlah Hujan yang luu benci ini menjadi saksinya… dan luu mau gak gw kini yang mengisi hati eluu” ucap Ayibb dengan tatapan matanya yang lembut, jujur saja aku yang selalu suka sorot mata indah itu…
Entah mengapa hatiku ingin berterimakasih pada hujan, aku tak menjawab dengan lisan, aku hanya mampu anggukkan kepala, kemudian semuanya hening, hanya suara air hujan yang menetes di atas dedaunan,
dan hujan pun teruss menguyur lebatt kami yang masih berdiri tanpa berteduh.. dan tanpa kami sadari petir besarr pun menyambarr #jeedeerrrrrr#.. kamii  pun kagett dan aku sontak reflex ingin memeluk ayibb dengan eratt,.. tapi untung gk jadi.. karena karena aku kebelet kentut.. gengsii donk.. moment lagi indah ntar gw kentutt,,, ayibb nya pingsann… “hehehe!!! Kami pun bergegas masuk kedalam mobil untuk berteduh.. dan beberapa saat kemudian hujan pun berhenti.. kami pun keluar dari dalam mobil meski dalam keadaan basah..
kemudian kami berharap bisa melihat pelangi yang biasa nya hadir setiap hujan diwaktu soree..
“itu pelangi” telunjuk
Ayibb mengacung pada sebuah Garis melengkung berwarna yang adaa di pinggir pantai...
“oh yaaa, entah mengapa aku jadi suka hujan” pandanganku masih tertuju pada pelangi.
Ujar ku tanpa sadar berkata dengan jujur.
“ya berhasil dong aku”
jawab ayibb sontak” ..ia menatapku tanjam namun mataku tetap tertuju pada pelangi.
“itu berkat kau, yang menghapus lukaku di masa lalu, dan berkat Hujan pelangi mewarnai langit bukan” aku m
enatap Wajahnya, terlukis sebuah senyuman yang mampu berulang kali membuat ku Hanyut.
“jadi kau tak akan benci hujan lagi kan” kami tetap saling bertatapan
Aku pun menggeleng pelan,
,
Lu tau gak yibb” ucapku sambil terus menatap sosok tampan ini.
Kagakk… dengan reflex nya ayibb langsung menjawab..
Ia mengerlingkan matanya sambil mengerutkan dahinya, hingga seperti ukiran.
ihhhh.. jangan bercanda terus lah.. aku serius ni aa…
“aku kedinginan tau…”
“ohhh
...dia dengan cuek nya menanggapi pengaduan ku…
ihhh luu koq gitu sihh.. ujar ku..
terus kenapa lug k sukaa,… teguh ayib menjawab pertanyaan ku..
ihhh lu koq jadi nyebelin sihh… kata ku lagi..
“Bodoo amatt..” ujar ayibb…!!
Yaudah dehh kalau gitu gw pulang nihh naik angkot.. baru aja mau seneng.. “ujar ku sambil pergi dengan menggerutu”..
Daaadaaa… ayibb melambaikan tangannya.. seolah tak terjadi apa2 di mata diaa… ntah apa yang terjadi akupun juga tidak mengerti..
Hati2 yahh mpreettt… lu gk ngerepotin koq.. gk naik lagi.. “ujar ayib yang masih saja tertawa”
dia pun langsung mengejar aku dan bergegas mengantar aku pulang..
Dan pertemanan kamipun berlanjut sampai ke jenjang perguruan tinggi.. meski kami tidak menjadikan perasaan hati sebagai alsan untuk menolak pertemanan..
 (yaa kann tadi ada iming2 romantisnya) hahaha..!!

MOTIVASI.. tidak semua hubungan yang berawal baik akan menjadi indah dengan mudah tanpa adanya pengorbanan dan perjuangan.. apalagi dalam hal yang telah menyangkut hati dan cinta” BY : Bang Ayii (PANGERAN CINTA PUNYA SEJUTA CERITA)
“PLANET MARS YANG MERAH PUN BISA MENJADI HIJAU JIKA KITA INGIN” -_- HEHEHE

jangan lupa follow my twett :http://twitter.com/@arif_dyoung

#jangan lupa kunjungi dan ikuti my facebook dan fanspage



Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments:

Post a Comment