Gara-gara di Tonjok Gw kebanting LOVE




Nisa gadis berusia 19 tahun yang merupakan murid baru di kampusnya, sedang duduk di bangku kantin, sambil mendengarkan musik melalui earphonenya. Ia mendengarkan lagu kesukaannya yang walaupun sudah sering ia dengar, tapi ia tak pernah bosan dengan lagu tersebut. Lagu itu adalah lagu salah satu teman nya (Arif) sahabat Nisa dari lama. Yaa klo bisa dibilang sihh.. Arif temen Nisa tuh ngebet banget buat jadi seorang Entertainment.. dan meraka udah temenan cukup lama juga..
Seseorang menghampirinya, tapi tentu saja ia tak sadar. ***“maaf, boleh gabung duduk disini nggak?”, tanya seorang cowok  itu sambil membungkukan badannya untuk berbicara dengan Nisa. Tapi Nisa tak mendengar karena dia kan lagi pake headshat.. Sadar tak mendengar jawaban dari perempuan yang diajak bicara, ia beralih ke hadapan Nisa yang lagi duduk, sambil menggerak gerakkan tangannya, agar Nisa bisa melihatnya. Benar saja, Nisa mersepon, ia melepas earphone yang sedari tadi ia gunakan. “ya? Ada apa?”, tanya Nisa. Laki laki itu pun tersenyum akhirnya Nisa menanggapinya. “aku boleh kan gabung duduk disini?”, kata laki laki itu mengulang perkataannya tadi. Nisa hanya menanggapi dengan  menganggukan kepala dan sebuah senyuman. Laki laki itu pun duduk di sebelahnya. “Roby.”, kata Roby memperkenalkan diri. Sambil menadahkan tangan nya kearah Nisa,, Nisa tak langsung merespons ia menoleh lalu sadar bahwa laki laki yang bernama Roby itu sedang memperkenalkan diri. “Oh, iyaa..  Nisa.”, kata Nisa balas memperkenalkan diri.BP baru yah disini? “jurusan apa?”, tanya Roby. Iyaa..Teknik Informatika.”, jawab Nisa singkat. Yaa maklum lah cewe.. sok..sok jaga image gituu.. tapi ujung2 nya juga mau koq..!!!  “Oh, maaf ya dari tadi tanya tanya terus. Kalo kamu keganggu, gk papa koq,, usir aja aku.”, kata Roby sambil tersenyum. Nisa menatap Roby dengan tatapan aneh. Lalu berkata, “Apaan sih? Nggak ganggu kok, Cuma lagi fokus aja denger lagu kesukaan aku.”. Roby mengangguk sambil mulutnya membentuk huruf Ooooo. “Bagus ya lagu ya? Sampe kamu serius banget Dengernya.? kata Roby. “Iya nih, ini lagunya udah berulang kali aku dengar, tapi aku nggak pernah bosen denger. Soalnya, makna lagu itu mendalam banget. Lagu ini dibuat oleh temen aku karena suka dan hobby nyanyi gitu deh, lagu ini dia bikin karena terinspirasi dari kisah cinta nya yang kayak nya manis asem asin gitu. Kalo kamu penasaran, aku mau koq kirimin kamu lagu nya, ”, kata Nisa. Roby pun langsung memahami karakter Nisa, “boleh koq.. jawab Roby…..!!
Nisa adalah orang yang kalau bertemu orang yang tidak dikenal, akan cuek, tapi kalau sudah dipancing, ia pasti akan menyambarnya dan mulai mencoba sok-sok akrab. Mereka mulai bercerita tentang diri masing masing, sesekali tertawa karena ada hal yang lucu… Tapi pembicaraan mereka langsung terhenti ketika sekelompok geng masuk ke kantin. Wajah Roby menjadi pucat, sadar dengan keadaan Roby, Nisa menjadi khawatir. “Loh? Roby, kok muka kamu pucet gitu sih? Kamu sakit?”, tanya Nisa. “eh, hmm..hmm e e enggak kok Niss, aku nggak sakit. Cumaaaa kita pergi dari sini aja yuk.”, kata Roby sambil menarik tangan Nisa. “loh kenapa?”, tanya Nisa. Sebelum pertanyaan Nisa sempat terjawab, geng itu mendekati meja Nisa. “Weh.. ada anak BP baru nih. Tapi, berani beraninya ya dia duduk di bangku kita broo!”, kata Irfan sang ketua geng memprovokasi teman teman gengnya. Nisa, merasa jengkel, lalu dia berdiri sambil menggebrak meja, lalu manatap tajam ketua geng itu, “Terus kenapa kalo gue anak baru kenapa? Ada masalah? Terus kenapa kalo gue duduk disini? Emang lo siapa hah?!”, bentak Nisa, sebenarnya belum pernah ia semarah ini,, tapi bisa saja kemungkinan karena ada Roby dia jadi semangat..!!! wuussssHH… “woahhh! Lo belom tau siapa gue? Gue phanitrik metafora,orang paling di segani di kampus ini.. lu tau gk kalau gw itu mirip vokalis ONE OK ROCK Dan gue nggak suka ada orang lain yang duduk di bangku gue! Ngerti nggak lo?!”, bentak Irfan. Meskipun dibentak, Nisa tidak takut. Dia malah balik melotot dan menentang kearah Irfan. “Oh ya?! Terus kalo lo nggak suka gue duduk disini, gue harus pergi gitu nurutin omongan lo yang nggak berguna itu?! Emang lo disini siapa? Orang yang punya café ini? Gue nggak takut sama lo!”, bentak Nisa. Irfan mendelik, matanya merah, sarat akan kemarahan yang sangat dalam. Belum pernah baginya ada yang berani membentaknya di lingkungan kampus selama ini. Roby yang melihat kilatan kemarahan di matanya Irfan, segera menenangkan Nisa, dan menarik paksa tangannya untuk pergi dari situasi itu. “Udahlah Niss, mending kita pergi aja dari sini,, jangan cari masalah.., malu dilihat orang.”, bisik Roby. Tapi Nisa malah melepaskan tangannya, ia memberontak. “Nggak! Aku nggak mau pergi dari sini sebelum aku nyelesaiin masalahku sama brandalan ini!”, kata Nisa dengan nada yang tinggi, dan seketika itu juga, kerah bajunya diangkat oleh Irfan,,(koq tega yahh irfan main kasar sama cewe?) ………**** “Nisa dan Roby menjadi kaget, Nisa berusaha melepaskan cengkraman Irfan di kerah bajunya, semakin lama, tubuhnya semakin terangkat dan lehernya semakin tercekik. Nisa masih terus meronta dan berusaha untuk melawan.. “Gue nggak takut sama lo!”, kata Nisa dengan sisa tenaganya untuk bersuara. Irfan hanya menatapnya dengan tatapan yang masih marah dan cengkramannya semakin kuat. Melihat Nisa semakin tak berdaya, Roby yang sedari tadi hanya diam, akhirnya menolong Nisa, dengan sekuat tenaga Roby meninju Irfan dari arah samping,,,  BUKKK…  Irfan terbanting ke arah samping dan otomatis, Nisa terjatuh juga. Nisa langsung mengambil udara sebanyak banyaknya dan sambil terbatuk batuk, memegangi lehernya. “Fan, kamu udah keterlaluan! Dia itu perempuan Fan!”, bentak Roby,, Punya hati dikit napa fan..  Tidak ingin terlihat lemah, Irfan segera bangun, dan dengan sekuat tenaga, ia membalas meninju Roby. GUDUKKK.. Roby yang belum sempat menangkis tinjuan Irfan pun terpelanting ke belakang,, dan Roby tersungkur kedekat meja ditempat mereka duduk tadi. Nisa yang melihat itu, langsung berdiri dan berhadapan lagi dengan Irfan. “Heh! Lo tau nggak?! Lo adalah orang yang paling nggak punya hati yang pernah gue liat! Sama cewek aja lo kasar! Gimana sama emak lo? Punya emak gk sih loe!!! Atau gk mau gw pinjemin emak???  emak lo kan juga perempuan!”, bentak Nisa dengan amat sangat emosi. Mata Irfan melotot, matahnya kembali memerah, rahangnya mengeras, tangannya mengapal, bibir nya tebal,, rambut nya keriting, sepatu nya bolong, #INI KOQ KAYAK CURHAT YAH.. HAHA!!
,... Nisapun sudah menyiapkan dirinya bila nanti ditinju juga oleh Irfan. “Fan! Jangan Fan!”, teriak Roby yang masih terbaring kesakitan karena kena tonjok oleh irfan,. Irfan menoleh sebentar, lalu menatap Nisa kembali, dengan tatapan tajam….. awass luu pulang dari sini.. gw bilangin sama emak gw..? Lalu Irfan pun pergi sambil memberikan intruksi kepada teman teman gengnya, untuk pergi juga. Cabuttttt.. ujar Irfan kepada teman-temannya..*** Nisa pun terheran2 dengan penuh tanda koma,, ehhh tanda Tanya di dalam hati nya….
Sebenarnya Nisa lega karena Irfan tidak jadi memukulnya. Tapi leganya tidak berlangsung lama setelah melihat keadaan Roby yang masih terbaring akibat tonjokan irfan tadi,,. “ya ampun Roby! Muka kamu koq bin ambrukk kayak gitu.. kayak bakwan kelindes truk semen taukk.., ayo kita ke UKK, nanti gue obatin.”, kata Nisa panik. “kamu tu ya. Udah aku kayak gini masih aja ngelucu.. Kamu kan yang tadi yang hampir kehabisan nafas, masih aja mikirn aku,,, padahal kan kita baru kenal tadi.”, kata Roby. “Ih! Kamu apaan sih? PD banget dehhh. Udah ahh, jangan keGRan, ayo ke UKK.”, kata Nisa!!!
 Semenjak saat itu mereka mulai saling mengenal satu sama lain dan menjalin hubungan lebih dalam dan lebih jauh lagi,, dan mereka hidup bahagia selamanyaa.TAMAT!!!
Kayak dongen mau tidur aja yahh.. hahahha… jangan lupa tunggu cerita2 selanjut nya di Abangayii.blogspot.co.id.
“pangeran cinta selalu punya cerita” daddaaaa!!!

 jangan lupa follow my twett :http://twitter.com/@arif_dyoung


#jangan lupa kunjungi dan ikuti my facebook dan fanspage

Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments:

Post a Comment